23 November, 2007

APG Pasarkan Tower Terakhir Apartemen Thamrin Residence


PT. Jakarta Realty (perusahaan konsorsium APG dan Jakarta Propertindo), Minggu (4/10), menggelar acara Peluncuran Daisy Garden Tower sebagai menara terakhir dari lima menara apartemen Thamrin Residence.
Dalam kesempatan ini, Indra W. Antono, Direktur Pemasaran PT Jakarta Realty, mengungkapkan nada optimis akan prospek pemasaran Daisy Garden, dengan mengulang sukses dari pemasaran empat menara sebelumnya. Hal ini dikarenakan, sampai dengan saat ini permintaan masyarakat akan unit hunian di jantung Kota Jakarta masih besar.
''Pengembangan Daisy Garden merupakan kelanjutan atas keberhasilan pemasaran empat tower Thamrin Residence sebelumnya. Apalagi, Daisy Garden dirancang memiliki pemandangan (view) yang menarik dan bergaya arsitektur modern minimalis dengan sertifikat strata title,'' tambah Indra Widjaya Antono, Direktur Pemasaran PT Jakarta Realty.
Mengenai Daisy Garden Tower sendiri, Indra memberikan penjelasan, tower ini dibangun setinggi 28 lantai dengan total 330 unit hunian. Adapun untuk tipenya, Daisy Garden memiliki beberapa pilihan yakni, 1 kamar tidur dengan luas 38.24 meter persegi, 2 kamar tidur (59.34 dan 70.86 meter persegi) serta 3 kamar tidur (86,59 dan 91.69 meter persegi).
Dengan lokasi yang prima di kawasan central business district/CBD dan berjarak hanya 150 meter dari Bundaran Hotel Indonesia, Daisy Garden Residences dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp 450 jutaan hingga Rp 1 milyar per unit. Untuk konsumen yang berniat menggunakan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), PT Jakarta Realty juga telah menjalin kerjasama pembiayaan konsumen dengan Lippo Bank.

Perkenalkan Executive City Home
Sejalan dengan peluncuran Daisy Garden, Apartemen Thamrin Residences juga memperkenalkan Executive City Home. Hunian yang sangat menawan ini berada di lantai dasar dan dengan jumlah hunian yang terbatas yakni hanya 72 unit.
Posisi hunian eksklusif ini sangat dekat dengan Thamrin Citywalk, dekat dengan restoran dan cafe serta memiliki lahan parkir tersendiri untuk setiap unitnya.
''Unit Executive ini memang sangat terbatas. Semua unitnya menghadap ke arah Timur. Dikenalkan dengan harga perdana dan sangat cocok untuk kalangan eksekutif yang memerlukan mobilitas tinggi. Kelebihan lain yang dimiliki hunian ini adalah unit ini menyatu dengan lobi Grand Thamrin yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan,'' tambah Indra lagi.
Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

21 November, 2007

Nuansa Baru di Kelapa Gading Hypermall



Ada nuansa berbeda di Kelapa Gading Hypermall. Pusat perbelanjaan yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar dan berlokasi strategis di Jalan Boulevard Barat Raya - Kelapa Gading ini, menawarkan konsep dan nuansa baru bagi setiap calon pembeli tempat usaha maupun pengunjung yang datang ke tempat ini.
Sejak PT Putra Indonesia Bersama (PT PIB) - salah satu pengembang nasional yang juga mengembangkan proyek Korean Town Center, Apartemen Niffaro, Yogyatronik Mall, Perumahan Grand Kedaton dan Apartemen Hampton Park - membeli 660 unit tempat usaha yang ada di Kelapa Gading Hypermall, denyut bisnis dan usaha yang ada di pusat perbelanjaan ini langsung berdenyut kencang.
"Memang, ketika kami masuk ke sini pertengahan tahun 2005 yang lalu, kami menawarkan nuansa baru untuk para tenant dan pemilik kios. Jika semula tempat ini merupakan pusat perdagangan, kini kami jadikan pula sebagai pusat entertainment," ucap Lunarsyah Hasibuan, Asistant to Director PT Putra Indonesia Bersama (PT PIB).
Meski begitu, menurut Lian - sapaan akrab Lunarsyah - bukan berarti fungsi belanja di Kelapa Gading Hypermall ikutan berubah. "Para pemilik kios dan anchor tenant (Hypermart, Electronic Solutions, dan Matahari Department Store) ikut mendukung konsep yang kami tawarkan," katanya menambahkan.
Kelapa Gading Hypermall sendiri dibangun setinggi empat lantai dengan jumlah kios sebanyak 1600 unit. Dari jumlah tersebut, menurut Lian, 70 % nya telah terserap pembeli dari kalangan end user. Hal ini menjadi bukti sahih bahwa Kelapa Gading Hypermall menjadi pilihan bagi kalangan pengusaha dan pemilik modal untuk membeli tempat usaha yang ada di pusat perbelanjaan ini.
Oleh karenanya, secara terbuka pihak PT PIB juga menawarkan kesempatan bagi pemilik modal dan pengusaha yang berminat mengembangkan bisnisnya di kawasan Kelapa Gading. Hal ini dikarenakan, masih tersedia sekitar 660 unit tempat usaha potensial yang menanti untuk dimiliki.
Dengan ukuran kios yang bervariasi mulai dari 7,5 m2 sampai dengan 45 m2, kisaran harga yang ditawarkan PT PIB berkisar antara Rp 7 juta - Rp 11 juta per m2. Dengan harga tersebut, tempat usaha yang ada di Kelapa Gading Hypermall lebih murah di banding pusat perbelanjaan lainnya di kawasan Kelapa Gading.
"Kami menawarkan cara pembayaran yang sangat meringankan untuk para pedagang dan pengusaha yang berniat membuka usaha di Kelapa Gading Hypermall. Apalagi Kelapa Gading Hypermall juga dikelilingi oleh banyak perumahan kelas menengah atas, dimana ratusan ribu penghuni yang tinggal memiliki daya beli cukup tinggi. Hal tersebut tentunya menjadi pangsa pasar yang sangat potensial," kata Lian menambahkan.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

Kerjasama Permata Bank Dengan Lippo Karawaci Tbk


Permata Bank sebagai salah satu bank swasta nasional yang gencar menyalurkan kredit pembiayaan apartemen di Indonesia, belum lama ini menjalin kerjasama dengan PT Lippo Karawaci Tbk dalam hal pembiayaan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) untuk proyek Kemang Village.

Permata Bank sendiri akan memberikan fasilitas Permata Kredit Pemilikan Apartemen (PermataKPA) untuk pembelian unit apartemen Kemang Village dengan benefit berupa bebas biaya administrasi dan skema pembiayaan serta tingkat bunga yang kompetitif.

"Kemitraan ini merupakan salah satu langkah strategis PermataBank untuk memperbesar portofolio dalam kredit pemilikan apartemen. Hingga September 2007, realisasi penyaluran kredit PermataKPR mencapai Rp 2,9 triliun atau tumbuh 12,5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun dimana 6% disalurkan ke KPA," kata Direktur Retail Banking Permata Bank, Shalini Warier, usai penandatangan kerjasama KPA antara Permata Bank Dan Lippo Karawaci di Jakarta, (8/11).

Menurut Shalini, masyarakat kelas menengah atas tentu memiliki kebutuhan pembiayaan di sektor properti, terutama untuk pasar apartemen. Permintaan pembiayaan KPA terus meningkat sejalan dengan tingginya mobilitas dan aktifitas kerja, membuat hunian strategis di pusat kota seperti Kemang Village menjadi pilihan utama.

Sementara itu, Direktur Lippo Karawaci, Jopy Rusli mengemukakan bahwa proyek Kemang Village seluas 12 hektar yang terdiri atas tujuh menara kondominium, hotel, mal, dan infrastruktur kelas dunia lainnya itu, diharapkan dapat menjadi ikon dan pusat aktivitas komunitas ekspatriat dan masyarakat kelas atas di Jakarta Selatan.

Selain kondominium, di lahan Kemang Village juga akan dibangun Luxury Mall seluas 130.000 m2 dengan kapasitas 300 upscale lifestyle stores yang juga dilengkapi berbagai fasilitas antara lain fitness club, bioskop, café & restaurants, dan time zone.

Fasilitas lain yang tersedia di Kemang Village adalah The Aryaduta Regency Hotel, hotel berbintang lima berkapasitas 325 kamar, National Plus School by Sekolah Pelita Harapan Group yang memiliki daya tampung sekitar 1.000 murid, Rumah Sakit Internasional Siloam Hospitals Kemang dengan kapasitas 250 tempat tidur, dan 13.000 m2 Exotic Spa & Country Club bernama The Aviant French Wellness Spa dilengkapi dengan Boutique Designer Wedding Chapels.

“Kami merasa yakin dengan adanya fasilitas KPA dari PermataBank ini, nasabah akan tertarik untuk membeli unit kondominium di Kemang Village. Mengingat target pasar kami sama dengan PermataBank, potensial buyer kami dapat menjadi nasabah PermataBank dengan penawaran menarik yang diberikan fasilitas Permata KPA. Sinergi bisnis inilah yang kami harapkan dengan kemitraan bersama PermataBank," tambah Jopy lagi.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa


Metland Resmikan Gedung Olahraga Bulutangkis


PT Metropolitan Land (PT Metland) - salah satu pengembang nasional, yang memiliki beberapa proyek perumahan cukup besar –, Minggu (11/11), meresmikan Gedung Olahraga Bulutangkis Indoor di salah satu proyek miliknya, Perumahan Puri Metropolitan, Cipondoh, Tangerang.

Gedung Badminton Puri Metropolitan ini secara resmi di buka untuk masyarakat umum, dengan seremonial penandatanganan prasasti oleh Camat Cipondoh (mewakili Walikota Tangerang) yang di dampingi juga oleh Ir. Nanda Widya, Presiden Direktur Metropolitan Land serta Rudy Hartono, Ketua PB Jaya Raya / Juara Dunia All England sebanyak 8 kali.
Rangkaian acara peresmian Gedung Badminton juga di meriahkan dengan coaching clinic seputar olah raga bulutangkis oleh pasangan mantan pemain nasional juara olimpiade, Alan Budikusuma dan Susi Susanti serta pertandingan ekshibisi antara Juara Dunia Bulutangkis Markis Kido dan Hendra Setiawan dengan warga penghuni Perumahan Puri Metropolitan.
Gedung Badminton Puri Metropolitan sendiri, terdiri dari tiga lapangan bulutangkis indoor berstandar internasional. Gedung ini dibangun sebagai wujud komitmen PT. Metropolitan Land selaku pengembang perumahan Puri Metropolitan dalam mendukung kemajuan olah raga bulu tangkis nasional.
Untuk selanjutnya, lapangan bulutangkis yang cukup megah ini rencananya akan digunakan oleh PB Jaya Raya sebagai sarana latihan bagi bibit-bibit unggul calon juara dunia serta fasilitas pendukung bagi penghuni perumahan Puri Metropolitan dan warga sekitar perumahan ini berada.
Menurut Wahyu Sulistio, Corporate Public Relations PT Metropolitan Land, selain membangun tiga lapangan badminton indoor, perumahan Puri Metropolitan juga sedang membangun sarana kolam renang berukuran olympic, yang terletak bersebelahan dengan Gedung Olahraga Bulutangkis.
“Selain di perumahan ini, Metropolitan Land juga telah membangun tiga lapangan badminton indoor dan dua lapangan futsal indoor di perumahan Menteng Metropolitan dan satu lapangan futsal di perumahan Taman Metropolitan. Kesemua sarana tersebut telah selesai dibangun dan dapat digunakan untuk penghuni dan masyarakat umum,” tambah Wahyu lagi.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

03 September, 2007

Topping Off Menara Grand Aston Albergo

The Bellezza, salah satu kompleks mixed used (5 in 1) terbesar di Jakarta, belum lama ini melaksanakan acara pengecoran terakhir lantai atap bangunan (topping off) menara Grand Aston Albergo.
“Topping off Grand Aston Albergo merupakan bukti dari komitmen dan keseriusan kami kepada konsumen bahwa proses pembangunan The Bellezza berjalan sesuai rencana sehingga konsumen dapat segera menikmati seluruh fasilitas yang ada di kawasan ini dalam waktu tidak lama lagi,” ujar Rudy Margono, Direktur Utama PT Perdana Gapuraprima (PT PGP) sekaligus project director pembangunan The Bellezza.
The Bellezza yang berlokasi di Permata Hijau, berdiri diatas lahan + 200.000 m2. Kompleks mixed used ini terdiri dari apartemen, serviced residence, perkantoran, shopping arcade and promenade (pusat belanja dan makan). Dengan lokasinya yang sangat prestius, The Bellezza mengincar konsumen kelas menengah atas, terutama pengusaha muda sebagai target market utama.
“Dari sisi penjualan, Grand Aston Albergo di Bellezza saat ini baru dalam tahap soft lounching, namun telah mencapai lebih dari 20%. Sementara, untuk penjualan dua tower apartemen (Louvre dan Versailles) mencapai rata-rata 90% dan sekarang sedang memulai tahap serah terima. Sedangkan untuk shopping arcade dan food promenade telah mencapai okupasi sekitar 60%,” tambah Rudy lagi.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa




BNI Syariah Salurkan Pembiayaan di The Plaza Balikpapan Trade Center



Sebagai salah satu wujud komitmen BNI Syariah dalam meningkatkan portfolio pembiayaan ritelnya, belum lama ini dilakukan jalinan kerjasama antara BNI Syariah dengan PT. Pandega Citraniaga (pengembang The Plaza Balikpapan Trade Center) dalam hal penyaluran pembiayaan pemilikan rumah atau kios tempat usaha dalam bentuk pembiayaan BNI Griya Syariah.
Adapun penandatanganan naskah kerjasama ini, dilakukan antara Ismi Kushartanto, Pemimpin Divisi Usaha Syariah PT BNI (Persero) Tbk dengan Ongki Purnomo Soemarno, Direktur Utama PT Pandega Citraniaga.
The Plaza Balikpapan Trade Center sendiri dikembangkan oleh PT. Pandega Citraniaga dengan total area keseluruhan 55.148 m2 dan akan dibangun setinggi 5 lantai dengan 910 unit usaha terdiri dari 650 kios dan 260 counter.
Dalam kesempatan ini, Bien Subiantoro, Direktur Usaha Kecil, Menengah dan Syariah BNI Syariah menyatakan, pihaknya merasa bangga bisa melayani masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di kota Balikpapan, mengingat permintaan layanan keuangan syariah cukup tinggi untuk wilayah tersebut.
Menurut Bien, sampai dengan saat ini BNI Syariah telah memiliki 23 Kantor Cabang Syariah (KCS) dan 30 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS). Selain itu, BNI Syariah juga menerapkan syariah channelling outlet (SCO) di 636 cabang BNI konvensional. Hal tersebut berdasarkan PBI No 8 /3/2006 tentang pembukaan layanan syariah di kantor cabang konvensional (Office Channelling).
“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas Syariah Chanelling Outlet yang disediakan oleh BNI Syariah, dapat membantu masyarakat Balikpapan dalam memperoleh kemudahan untuk mendapatkan layanan syariah di cabang-cabang BNI konvensional,” tambah Bien lagi.
Kinerja BNI Syariah sendiri dari tahun ke tahun memperlihatkan pertumbuhan yang positif dengan pencapaian aset dan laba per Juli 2007 sebesar Rp. 1,97 triliun dan Rp. 11,7 miliar dibandingkan posisi Juli 2006 sebesar Rp. 1,4 triliun dan Rp. 5,8 miliar. Penghimpunan dana pihak ketiga meningkat dari Rp. 969 miliar per Juli 2006 menjadi Rp. 1,37 triliun per Juli 2007. Pembiayaan yang berhasil disalurkan bertumbuh dari Rp. 1 triliun menjadi Rp. Rp. 1,42 triliun pada periode yang sama.
Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

Apartemen Nirvana Jalin Kerjasama dengan Bank Niaga


PT Asiana Lintas Ciptakemang (PT ALC) selaku pengembang Apartemen Nirvana yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada akhir Agustus 2007 yang lalu, menandatangani perjanjian kerjasama penyaluran Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dengan Bank Niaga.

Penandatanganan ini perjanjian kerjasama ini sendiri dihadiri oleh Loemongga Haoemasan, Direktur PT ALC, Alifah Abdullah Direktur Project PT ALC, Laksmi Mustikaningrat Executif VP Head of Mortgage Banking Bank Niaga dan Juanita A. Luthan, Vice President Mortgage Business Group Head Bank Niaga.

Loemongga Haoemasan, Direktur PT Asiana Lintas Ciptakemang menyatakan Bank Niaga merupakan salah satu bank yang aktif memberikan pendanaan bagi pengembang dan konsumen dengan suku bunga yang sangat kompetitif dan proses approval yang cepat dan efisien.

“Apa yang ditawarkan oleh Bank Niaga lewat beberapa produk pembiayaan apartemen dan perumahan yang dimilikinya, tentu akan memberikan banyak kemudahan bagi para pembeli. Apalagi, kebanyakan pembeli unit di apartemen yang kami kembangkan ini juga memiliki kesibukan yang sangat tinggi, tentu kecepatan proses approval menjadi alasan utama bagi mereka dalam memilih produk pembiayaan yang sesuai”jelas Loemongga lagi.

Apartemen Nirvana sendiri berdiri diatas lahan seluas 4.000 m2 yang terdiri 14 lantai dengan total hunian sebanyak 56 unit dengan 11 unit diantaranya memiliki fasilitas kolam renang internal. Adapun untuk harga jual per unitnya berkisar antara Rp3,1 miliar – Rp 9 miliar.

Untuk desainnya, tampilan Apartemen Nirvana dirancang seperti layaknya landed house premium, dengan tata ruang yang terkesan sangat lapang dan ditambah dengan penggunaan bahan material berkualitas impor. Untuk tingkat penjualan, Apartemen Nirvana hingga saat ini telah mencapai kisaran 70% dari total unit yang ada.
Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa