12 Desember, 2007

Sharp Luncurkan Mesin Cuci Glam Magic


GLAM MAGIC, mesin cuci tipe front loading terbaru dari PT SHARP Electronics Indonesia (SEID) belum lama ini diluncurkan untuk melengkapi lini produk mesin cuci SHARP bagi kalangan konsumen Indonesia.

Dengan desain terbaik nan mewah serta teknologi mutakhir, GLAM MAGIC memberikan kesempurnaan yang diharapkan dari sebuah mesin cuci. GLAM MAGIC hadir dengan solusi baru mencuci yang lebih efisien dan sehat. Cucian akan disemprot lapisan ion Ag+ (perak) pada saat pengeringan yang melindungi cucian dari bau-bauan tak sedap setelah dicuci, dari kuman dan bakteri sampai pencucian berikutnya.

Proses pencucian jadi lebih cepat selesai berkat adanya sistem ganda penghilang kelembaban dan pengering yang sangat kuat yang meniupkan hawa panas ke atas dari bawah tabung dan mengeringkan cucian 100% sampai dengan kapasitas enam kilogram sekaligus.

Fitur-fitur yang dimiliki Glam Magic antara lain, Inlet (mulut tabung) berada di bagian atas mesin cuci untuk memudahkan memasukkan dan mengeluarkan cucian. GLAM MAGIC juga bekerja dengan hening (kurang dari 40 dB) dengan tabung cuci anti getar (anti-vibration drum) dengan Direct Drive Motor-nya mengurangi guncangan yang terjadi pada saat pencucian dan sistem filter pembersih otomatis yang bebas pemeliharaan.

Dengan anti-vibration drum berukuran besar (sembilan kilogram) dan pintu penutup lapis tiga memungkinkan GLAM MAGIC mampu mencuci selimut, karpet, bed-cover dan semua cucian berukuran besar tanpa mengganggu ketenangan rumah. GLAM MAGIC pun juga sudah disesuaikan dengan kondisi tegangan listrik di Indonesia yang sangat tidak stabil, dimana GLAM MAGIC dapat tetap bekerja dengan baik walaupun tegangan listrik turun hingga 170 Volt.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

Grand Opening Gerai Habitat di Grand Indonesia Shopping Town


Habitat, jaringan ritel untuk beragam perlengkapan rumah berkelas dan berkualitas dari Inggris, awal Desember ini membuka gerai (shop-in-shop) pertamanya di Indonesia, dengan mengambil tempat seluas 311 m2 di pusat perbelanjaan Seibu, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.

Dengan dukungan mitra ritel terkemuka, PT Mitra Adiperkasa Tbk (PT MAP Tbk), gerai Habitat ini menggelar produk-produk terpilih dari Habitat, diantaranya peralatan memasak, perangkat dapur, aksesoris rumah, beragam jenis lampu, peralatan makan dan rangkaian perlengkapan ruang tidur dan kamar mandi.

Ratih D. Gianda, Group Head of Investor Relations PT MAP menyatakan, kehadiran gerai pertama Habitat di Indonesia ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern kalangan masyarakat menengah atas yang selalu mencari produk-produk furnitur dan peralatan rumah tangga yang berkualitas.

“Kami merasa bangga dapat menghadirkan Habitat di Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan gaya hidup modern yang sesuai dengan komitmen Habitat,” katanya lagi.

Menurut Ratih, selain menjalin kemitraan strategis dengan Habitat, PT MAP Tbk juga telah mengelola lebih dari 600 toko dengan total area penjualan seluas lebih dari 300.000 m2 di 22 kota besar di Indonesia. Berbagai macam produk yang tersedia di toko-toko yang dikelola MAP terdiri dari sepatu, pakaian, aksesoris, makanan dan minuman dan bahkan buku.

Sementara itu, Karsten Friis Mondorf, Group Head of Retail Partnerships Habitat menyatakan, pihaknya merasa beruntung mendapatkan mitra usaha yang sepaham dalam memasuki pasar Indonesia yang masih potensial.

“Kami sangat senang menyaksikan kehadiran Habitat di Indonesia. Kami juga sangat percaya, jika gerai ini akan menjadi awal dari hubungan yang berkelanjutan dengan mitra kami di Indonesia,” ucap Karsten lagi.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Muhtar Holil

11 Desember, 2007

Hunter Douglas Gallery Hadir di Pantai Indah Kapuk


PT Hunter Douglas Indonesia di akhir bulan lalu, secara resmi menghadirkan Hunter Douglas Gallery di Komplek Rukan Exclusive Blok G – 19, Bukit Golf Mediterania, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Galleri ini merupakan yang ke-4 di wilayah DKI Jakarta, yang diresmikan oleh Hunter Douglas Indonesia.

Menurut Presiden Direktur PT Hunter Douglas Indonesia, Yuki Wiyono, pembukaan Hunter Douglas Gallery ini bertujuan untuk memberikan keuntungan yang lebih baik untuk dealer dan memberikan pelayanan yang memuaskan untuk kalangan konsumen.

”Di Hunter Douglas Gallery ini, konsumen dimanjakan dengan aneka produk dari Hunter Douglas, baik jenis produk, warna maupun sistem operasinya. Konsumen dapat melihat jenis produk ‘Window Fashions’ yang sangat eksklusif. Dengan pembukaan Hunter Douglas Gallery ini, diharapkan akan semakin memudahkan konsumen di kawasan Pantai Indah Kapuk dan sekitarnya untuk membeli produk terkemuka dari Hunter Douglas,” tambah Yuki lagi.

Menurut Yuki, dalam rangka lebih memperluas jangkauan dan jaringan Gallery serta Dealer produk Hunter Douglas, pihaknya di tahun depan (2008) juga merencanakan untuk membuka beberapa Galleri lainnya di seluruh Indonesia.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

10 Desember, 2007

Central Park Office Tower Mulai di Pasarkan


Akses jalan yang cenderung macet dan padat lalu lintas ke arah pusat bisnis (CBD) di pusat kota, membuat para pebisnis dan pengusaha mencari alternatif tempat lain yang lebih strategis untuk mengembangkan sayap usahanya.

Peluang inilah yang di cermati oleh PT Tiara Metropolitan Jaya selaku pengembang Central Park dalam kawasan Podomoro City, untuk memasarkan proyek terbarunya yang diberi nama Central Park Office Tower.
Menurut Safira Sakina, GM Public Relations APG, Central Park Office Tower ini bisa menjadi alternatif terbaik bagi kalangan pengusaha ataupun kalangan pedagang di Jakarta Barat, yang selama ini lebih cenderung untuk memilih rukan / ruko sebagai tempat usahanya.

“Dengan membeli atau menyewa office building lebih menguntungkan secara operasional, karena semua fasilitas gedung sudah termasuk dalam klausul sewa ataupun jual beli. Prestise perusahaan pun akan meningkat jika mereka bertempat di office building,” tambah Safira lagi.

Pengamat properti Soewito Santoso menyatakan, kawasan Jakarta Barat merupakan kawasan yang menjanjikan sebagai kawasan bisnis. Menurut Suwito, hal tersebut terlihat dari banyaknya pengusaha yang bermukim di sekitar kawasan ini sejak lama.

“Langkah APG yang membangun pusat perkantoran di kawasan Tanjung Duren ini, merupakan sebuah terobosan baru yang sangat tepat. Potensi Jakarta Barat masih sangat besar, dimana banyak sekali perumahan menengah ke atas yang telah eksis. Hal ini tentu memberikan peluang yang sangat baik bagi pengembang yang jeli untuk membangun kawasan bisnis sesuai kebutuhan daerah tersebut,” katanya lagi.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

Pembiayaan KPA Bank Mayapada Untuk Pembeli Kemang Village


Dengan memanfaatkan sistem pembayaran yang diberikan oleh produk My Home Flexy dari Bank Mayapada, pembeli Kemang Village dapat menentukan cara pembayaran dengan dua skema, yaitu ‘Balloon Payment’ dan ‘Angsuran Suka-suka’.

Bank Mayapada dan PT. Lippo Karawaci Tbk dan Bank mengadakan perjanjian kerjasama pembiayaan kredit pemilikan apartemen (KPA) bagi pembeli unit hunian premium (kondominium) Kemang Village.

Penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) ini dilakukan oleh Direktur Bank Mayapada Vinsensius Chandra dan Suwandy bersama dengan Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya dan Jopy Rusli di Marketing Office Kemang Village, Jakarta (29/11).

“Produk My Home Flexy yang dimiliki Bank Mayapada, akan memberikan kemudahan bagi konsumen dengan memberikan bebas biaya appraisal dan bebas biaya penalti apabila pembeli bermaksud untuk melunasi sebagian atau sebelum jatuh tempo,” ujar Direktur Bank Mayapada, Suwandy dalam kata sambutannya.

Menurut Suwandy, sampai dengan saat ini Bank Mayapada memiliki aset sebesar Rp 4,4 triliun atau naik sekitar 30% dibanding tahun lalu. Adapun Modal Bank Mayapada saat ini mencapai angka Rp1,1 triliun dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 33,8%.

Sementara itu, Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Jopi Rusli dalam kata sambutannya menyatakan, sampai dengan saat ini untuk proyek Kemang Village telah dikembangkan tiga tower (menara) kondominium Kemang Village yakni The Ritz, Cosmopolitan, dan Empire, dengan total hunian sebanyak 728 unit.

Menurut Jopy, untuk Menara The Ritz telah terjual 95%, sementara untuk dua menara lainnya sampai dengan Bulan November 2007, telah terjual sekitar 75%. Ketiga tower ini merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama dan akan diserah-terimakan kepada pembeli, Desember 2009 mendatang.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

PGP Peroleh Dukungan Perbankan untuk Kebagusan City


PT Perdana Gapuraprima Tbk (PGP) memperoleh dukungan perbankan untuk penyediaan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) bagi Kebagusan City, yang merupakan proyek rumah rusun (hunian vertical) kelas menengah di Jakarta Selatan.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Penandatanganan Kerjasama Penyediaan KPA antara PGP dengan Bank Mandiri, BTN, Bank Niaga, BII, Bank DKI, Bank NISP, Bank Mega, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin. Acara penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur PGP Rudy Margono, bersama perwakilan bank, disaksikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari betempat di Bellezza Permata Hijau, Jakarta (3/12).

Kebagusan City dibangun PGP untuk mendukung program pengadaan 1000 menara rumah susun sederhana. Proyek berada di jalan Baung, Kebagusan Raya, Jakarta Selatan dengan rencana total luas area 10 hektare dan terdiri dari 15.000 unit apartemen dalam 17 menara. Pada tahap pertama akan dibangun dua menara yang direncanakan akan selesai pada akhir 2008.

Menurut Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari, Kebagusan memang didorong untuk dijadikan kawasan untuk rumah susun selain Kemayoran, Rawasari dan Cengkareng. “Tanah-tanah milik BUMN yang bukan merupakan core business-nya akan dijadikan lahan program seribu rusun,” tambah Yusuf.

Kebagusan City merupakan proyek PGP yang pendanaannya didukung oleh hasil penawaran umum saham perdana (IPO) Perseroan Oktober lalu. PGP mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk penyelesaian tahap pertama.

“Dari sisi kontruksi, kami telah memulai pengerjaan leveling tanah serta pembangunan infrastruktur jalan dan saluran air. Walaupun pembangunan konstruksi baru akan dimulai pada Januari 2008, saat ini Kebagusan City sudah terjual satu menara. Dengan adanya dukungan fasilitas KPA dari beberapa bank ini, kami harap dapat mencapai penjualan lebih dari 80% saat pembangunan kontruksi dimulai awal,” ucap Rudy.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

PT Bekasi Asri Pemula Tbk Terbitkan Saham Perdana


Dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana ini, akan digunakan untuk pembangunan unit hunian dan pengembangan infrasuktur pada perumahan yang dikembangkan PT Bekasi Asri Pemula Tbk

Dengan mengambil tempat di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (pengembang perumahan Taman Alamanda, Alamanda Regency dan Bumi Serpong Residence), menyelenggarakan acara Paparan Public dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana tahun 2007.

Adapun jumlah saham yang ditawarkan PT Bekasi Asri Pemula sebanyak 150.000.000 (seratus lima puluh juta) lembar Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp100 untuk setiap lembar saham dan sejumlah 100.000.000 (seratus juta) Waran Seri I yang diterbitkan menyertai Saham Biaya Atas Nama dalam rangka penawaran umum ini.

“Waran Seri I tersebut, akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Penjatahan. Waran Seri I yang diterbitkan tersebut, mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 5 (lima) tahun,” kata Budi Kartika SE, Direktur Utama PT Bekasi Asri Pemula dalam Paparan Publik Penawaran Saham Perseroan, di Menara Peninsula Hotel, Jakarta (28/11).

Menurut Budi, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini, akan digunakan untuk pembangunan unit hunian dan pengembangan infrasuktur pada perumahan yang dikembangkan oleh Perseroan dan anak perusahaan yaitu: Perumahan Taman Alamanda (20%), perumahan Alamanda Regency (40%) dan perumahan Bumi Serpong Residence (40%).

Sampai dengan saat ini, total luas lahan (land bank) yang dimiliki PT Bekasi Asri Pemula Tbk mencapai angka sekitar + 127 hektar. Adapun untuk lahan yang telah dikembangkan perusahaan ini mencapai angka 26 hektar.


Naskah : Feri Awan
Foto : Istimewa