Tampilkan postingan dengan label Berita Properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Properti. Tampilkan semua postingan

23 September, 2008

Topping Off Apartemen Gardenia Boulevard

Hari Minggu, 21 September 2008 lalu, PT Surya Sentosa (member of Cempaka Group) selaku pengembang proyek apartemen Gardenia Boulevard di kawasan Warung Jati – Jakarta Selatan, menggelar acara Topping Off sebagai seremonial dari pengerjaan akhir pembangunan apartemen untuk kalangan menengah keatas ini.


Apartemen Gardenia Boulevard sendiri dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar, dengan dua tower yang sedang dipasarkan saat ini – tower A (Anggrek) yang memiliki kapasitas 364 unit dan tower B (Bougenville) dengan kapasitas 132 unit. Untuk kisaran harga jual masing-masing unit yang ada di apartemen ini berkisar antara Rp 260 jutaan sampai dengan Rp 2 miliar.


Teddy Budianto, Direktor Utama PT Surya Sentosa dalam kata press conference dengan kalangan media massa nasional menyatakan, apartemen Gardenia Boulevard merupakan hunian yang dibangun dengan konsep Modern Living Resort Apartment in South Jakarta.


Lokasi Gardenia Boulevard sangat mudah dijangkau dan strategis. Letak persis Gardenia Boulevard berada di kawasan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. Dengan tinggal di apartemen ini, penghuni hanya 10 menit menuju CBD (Central Business Distric) dan Rasuna Said Kuningan,” ujar Teddy seraya menyebut kelebihan yang dimiliki apartemen ini.


Menurut Teddy, Cempaka Group dalam kancah bisnis properti nasional bukanlah pemain baru. Dengan pengalaman membangun ruko, rukan serta Mal di berbagai wilayah Jakarta, membuat Cempaka Group terus berusaha untuk melebarkan sayap bisnisnya. Hal ini telah terbukti lewat kesuksesan Cempaka Group membangun apartemen Margonda Residence I & II serta Rusunami Green Parkview di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.


Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat

22 September, 2008

Apartemen Ciputra World Terserap 50%

Proyek terbaru PT Ciputra Property Tbk, Ciputra World Jakarta, yang ada di kawasan shopping belt Jl. Dr Satrio, Jakarta Selatan, menperoleh sambutan yang hangat dari konsumen.


Sampai dengan bulan September 2008, untuk apartemen strata title yang ada dalam Ciputra World berhasil menggaet pembeli sebanyak 50% dari total 136 unit.


Direktur CTRP, Artadinata Djangkar dalam kesempatan berbuka puasa dengan kalangan media massa nasional di apartemen Grand Somerset menyatakan, pembeli yang mengambil unit kebanyakan memanfaatkan fasilitas cicilan selama konstruksi masih berjalan sampai dengan tahun 2011.


“Untuk pekerjaan konstruksi telah dimulai pertengahan tahun ini, dengan kondisi terakhir mencapai lantai tiga basement atau sekitar 15% dari total area proyek. Untuk penyelesaian pembangunan, kami rencanakan tahun 2011 mendatang,” tambah Artadinata lagi.


Komplek Ciputra World sendiri terdiri atas apartemen strata title 136 unit, shopping mall seluas 130.000 m2, office building seluas 70.000 m2, hotel dengan 180 kamar yang dikelola oleh Raffles Hotels, 170 unit serviced apartment yang dikelola Ascott Group dan Raffles Residences sebanyak 80 unit.


Lebih lanjut Artadinata Djangkar menyatakan, proyek Ciputra World ini didanai dari hasil perolehan IPO sebesar Rp2,1 triliun. Sisanya dari total nilai investasi sebesar Rp3,4 triliun (diluar lahan pengembangan), berasal dari pembayaran penjualan konsumen.


Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat

Jalinan Kerjasama Bakrieland – Suntech Power


PT Bakrieland Development Tbk menggandeng Suntech Power untuk mengembangkan teknologi solar energy (energi matahari) dalam proyek-proyek superblok Rasuna Epicentrum.


Penandatanganan kerjasama ini, dilakukan oleh Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib dengan Managing Director Solpower Group Pte Ltd (Suntech), Ng Ho Seng di kantor pemasaran Rasuna Epicentrum, Jl. Rasuna Said, Jakarta (3/9).


Suntech Power sendiri merupakan perusahaan pengembang teknologi energi matahari asal China. Salah satu proyek masterpiece milik Suntech adalah penggunaan panel-panel energi matahari di Stadion Bird Nest di Beijing yang digunakan untuk Olympiade Beijing 2008.


Naskah : Feri Awan Hidayat

19 September, 2008

Dukungan KPA BNI Untuk St. Moritz


PT Bank Negara Indonesia Tbk (PT BNI Tbk) menjalin kerjasama dengan megaproyek properti The St Moritz Penthouse and Residences dalam pembiayaan kredit pembelian kondominium dengan fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen KPA) BNI kepada pembeli The St Moritz Penthouse and Residences.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Konsumer BNI Darwin Suzandi bersama CEO The St Moritz Michael Riady, di Downtown Sales St Moritz Penthouse and Residences, Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (4/9).

Menurut Darwin, kerja sama ini merupakan bukti komitmen BNI untuk memberikan layanan terbaik bagi calon pembeli apartemen.

"BNI siap membantu konsumen untuk memiliki apartemen kelas premium ini dengan proses kredit yang cepat dan mudah, serta suku bunga yang kompetitif," ucap Darwin menambahkan.

Lebih lanjut Darwin menyatakan, dalam kerjasama ini BNI akan memberikan kredit pembelian apartemen St Moritz dengan bunga tetap (fixed rate) 8 % untuk tahun pertama bagi nasabah BNI dan 8,5 % untuk non-nasabah BNI.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa (Koleksi St Moritz)

New Residentsial Township in The City


Sebagai megaproyek perumahan dengan kualitas internasional, Jakarta Garden City (JGC) yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses (joint venture Keppel Land Ltd dengan Modernland Realty Tbk) dirancang dengan menggunakan konsep modern lifestyle dalam satu kesatuan kota mandiri (residentsial township) yang terintegrasi.


Kawasan hunian modern diatas lahan seluas 270 hektar ini akan dibangun dengan perpaduan antara unit hunian, area bisnis dan perkantoran serta sarana hiburan. Segmen konsumen kelas menengah ke atas yang terdiri atas kalangan profesional dan pasangan muda urban lifestyle menjadi target pemasaran kota mandiri ini.


"Township yang kami kembangkan ini dilengkapi sejumlah fasilitas yang cukup lengkap semisal shopping mall, hypermarket, medical centre, hotel resort, international school, club house, serta sport centre," ujar Lim Seng Bin, President Director Keppel Land dalam kesempatan kunjungan lokasi JGC di kawasan Cakung.


Lim Seng Bin menjelaskan, selain fasilitas yang lengkap, JGC sangat memperhatikan kenyamanan penghuni. Setiap cluster hunian didukung row jalan boulevard yang lebar, 24 hour security dengan CCTV, taman penghijauan, sistem pengaturan drainase (drainage system dan storm water drain), traffic and transportation yang teratur serta estate management yang profesional.


Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat

Eat & Eat Food Market : Surga Baru Kuliner di Kelapa Gading


PT Summarecon Agung Tbk sebagai pelopor pengembangan kawasan Kelapa Gading, membuka pusat makanan baru yang unik dan berbeda dengan nama Eat & Eat Food Market di lantai tiga, Mal Kelapa Gading (MKG) 5.


Area seluas 2350 m2 ini sesuai dengan konsepnya menghadirkan suasana pasar tempo dulu, dengan dekorasi pernak-pernik yang sangat unik. Sekitar 34 counter makanan hadir menawarkan beragam makanan khas dari berbagai daerah dan berbagai pilihan masakan khas peranakan. Aneka menu yang disajikan Eat & Eat Food Market juga terbilang uni dan lengkap mulai dari makanan Indonesia, China peranakan Indonesia, Malaysia dan Singapura.


Saat memasuki Eat & Eat Food Market, pengunjung disambut dengan dekorasi lawas yang menarik, lengkap dengan gantungan sangkar burung. Interior dalam ruangan ini lebih banyak didominasi material kayu denga tempelan-tempelan potongan pintu kayu yang sudah dimakan usia. Pernak-pernik teko antik, kaleng krupuk, termos jadul, foto-foto usang, lukisan dan iklan kuno bisa dengan mudah ditemukan pada berbagai sudut dan menjadi elemen dekoratif di setiap counter.


“Dengan keunikan konsep yang dimiliki tempat ini, semakin memperkuat dan melengkapi keunggulan Mal Kelapa Gading yang selalu inovatif, unik dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat kosmopolitan Jakarta,” ujar Anwar Arifin Salim, Executive Director Sentra Kelapa Gading.


Naskah : Feri Awan Hidayat

Foto : Derry Yunarsyah

Ground Breaking Ceremony Green Park View


Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy’ari, meresmikan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pembangunan apartemen bersubsidi Green Park View yang berlokasi di Jalan Daan Mogot Raya KM 14, Jakarta Barat.


“Saya mengharapkan agar kalangan pengembang dapat mematuhi semua peraturan yang ada, agar setiap pembangunan apakah itu untuk perumahan ataupun rumah susun dapat terlaksana dengan baik dan tidak mengecewakan konsumen,” ujar Menpera Yusuf Asy’ari saat memberikan sambutan dalam acara groundbreaking Apartemen Bersubsidi Green Parkview (31/8).


Apartemen Bersubsidi Green Park View ini merupakan proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) yang dibangun oleh PT. Inten Cipta Sejati, pengembang yang juga membangun apartemen Margonda Residence dan Apartemen Gardenia Boulevard.


Proyek apartemen Gren Park View ini dibangun diatas lahan 4,7 hektar dengan total 3200 unit hunian bersubsidi. Direktur Utama PT. Inten Cipta Sejati, Dipl. Ing. Teddy Budianto menyatakan, apartemen bersubsidi Green Park View direncakan akan mulai dibangun selambat-lambatnya bulan Oktober 2008 mendatang.


“Berdasarkan rencana, untuk tahap Topping Off apartemen ini kami harapkan dapat dilakukan pada bulan Mei 2009 serta serah terima kunci kepada konsumen akan dilakukan pada Oktober 2009 mendatang,” tambah Teddy Budianto lagi.


Naskah & Foto : Feri Awan Hidayat



18 September, 2008

Tangerang City Gandeng BCA & ACCOR


Mengambil tempat di Marketing Gallery proyek Tangerang City, Pengembang superblok terbesar di kota Tangerang, PT Prapanca Griyatama, menjalin kerjasama operasional dengan PT Accor Asia Pasific (AAPC) dalam hal pengelolaan hotel berbintang empat yang ada dalam kawasan Tangerang City.


Hotel ini sendiri dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar dan direncanakan dapat beroperasi mulai tahun 2011 mendatang.


Dalam sambutannya saat pendatanganan kerjasama, Ian Wisan, Wakil Direktur PT Prapanca Griyatama menyatakan, hotel bintang empat tersebut nantinya dikelola Accor Indonesia, sebuah operator jaringan hotel kelas dunia yang mengelola beberapa jaringan hotel di Indonesia dengan brand Mercure, Novotel, Sofitel, Ibis, All Seasons dan Formule 1.


Naskah : Feri Awan Hidayat (TREN)

Foto : Istimewa

Property Market Review Semester I 2008


Riset property market review semester I 2008 yang dibuat PT Procon Indah menunjukkan bahwa tingkat hunian residentsial di kawasan Jabodetabek menujukkan kecendrungan yang terus membaik.


Hal ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,2%, serta inflasi di bawah 11%. Terlebih, jika proses pemilihan Presiden tahun 2009 berlangsung aman, maka secara fundamental kondisi perekonomian akan sangat mendukung sektor perkantoran dan kawasan industri.


Menurut Direktur PT Procon Indah, Utami Prastiana, dalam pemaparan di Kantor Procon Indah, Gedung BEI, Jakarta, untuk sektor perkantoran sampai dengan akhir Juni 2008 terjadi kenaikan pasokan sebesar 4% persen menjadi 5,87 juta meter persegi yang sebagian berlokasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.


Naskah : FAH Foto : Istimewa

25 Juni, 2008

Hunian Eksklusif Berfasilitas Lengkap

The Paradise merupakan perumahan terbaik di kota Yogyakarta yang dapat memenuhi setiap keinginan konsumen. Lokasinya strategis, lingkungannya aman dan nyaman, fasilitasnya pun sangat lengkap.
Untuk anda yang tengah mencari hunian ideal di kota Yogyakarta, perumahan The Paradise bisa dijadikan pilihan utama. Perumahan yangg dikembangkan pada lahan seluas 10 Ha ini, merupakan sebuah real estate yang memiliki tampilan berbeda dari perumahan lain yang ada di kota pendidikan Yogyakarta.
The Paradise merupakan hasil kreasi PT Anugrah Tunggal Pratama, perusahaan pengembang yang sudah teruji track record dan kualitasnya. Developer ini terkenal dengan komitmennya lewat kesuksesan proyek perumahan Jogja Regency, Timoho Regency, dan Dayu Regency.
Dari segi kawasan, The Paradise yang mengusung konsep bangunan rumah modern minimalis, berada di alan Palagan Tentara Pelajar Km 7,8 Yogyakarta dengan kondisi lingkungan yang masih memiliki udara yang segar, air yang jernih dan memiliki background panorama Gunung Merapi yang indah.

Kelebihan lain yang dimiliki The Paradise adalah kawasan sekitarnya yang telah jadi dan terbentuk, karena disekitar perumahan ini telah terdapat rumah sakit, sarana hiburan, sekolah dan kampus serta pusat perbelanjaan.

Penataan Cluster Yang Harmonis
Saat memasuki perumahan ini, penghuni ataupun tamu pengunjung akan disambut dengan nuansa kehangatan pintu gerbang megah. Dengan lebar jalan utama (ROW) 12 meter dan jalan lingkungan 8 meter yang terbuat dari paving block dan ditambah dengan banyaknya taman lingkungan bernuansa hijau di sepanjang Boulevard, setiap orang seakan diajak untuk menyaksikan dan mengagumi aura The Paradise sebagai hunian yang elegan dan eksklusif.
Hunian yang ada di the Paradise juga diciptakan melalui penataan cluster-cluster yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Masing-masing cluster yang ada di The Paradise, memiliki pintu gerbang yang dijaga 24 jam. Tampak depan (fasade) setiap unit hunian juga ditata dengan elegan serta dilengkapi taman sebagai pemanis tampilan rumah yang menggoda setiap mata yang melihatnya.

“Kesemua itu memang telah dipersiapkan oleh kami untuk menciptakan kenyamanan dan kenikmatan hidup bagi setiap penghuni. Pendek kata, semua kebutuhan penghuni akan terasa lengkap dengan tinggal di The Paradise,” tambah Meidiana Ardi ST, Manager Pemasaran The Paradise.
Naskah : FAH
Foto : Muhtar Holil

Redefine Comfort Living in High Class Real Estate

Formula Land kembali menghadirkan hunian terbaik di kota Yogyakarta dengan mengembangkan Bale Hinggil Residence, yang merupakan sebuah mahakarya hunian bagi kalangan konsumen high end di kota Yogyakarta.
Setelah memperoleh sukses yang sangat signifikan dalam pengembangan proyek perumahan premium Bale Agung Residence, Formula Land yang merupakan salah satu pengembang perumahan terbesar di Yogayakarta, tengah menyiapkan ancang-ancang untuk meluncurkan proyek perumahan terbaru dengan nama Bale Hinggil Residence.

Menurut Hamdani SE, Direktur Formula Land, perumahan Bale Hinggil Residence secara tegas mengincar segmen market kalangan kelas atas (high end) yang merupakan pasar paling potensial dalam bisnis perumahan di kota Yogyakarta.

“Untuk kalangan kelas atas, rumah itu tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, namun juga sebagai cerminan kepribadian dan citarasa pemiliknya. Hal inilah yang kami tawarkan melalui perumahan Bale Hinggil Residence. Dengan proyek ini, kami ingin menyajikan nuansa hunian yang berbeda di Yogyakarta,” ujar Hamdani lagi.

High Class Living
Dengan luasan lahan sekitar 4 hektar, Bale Hinggil Residence yang mengadopsi gaya bangunan Modern Tropis rencananya akan dibangun sebanyak 43 unit dengan beberapa pilihan tipe rumah high class living.

Secara tata ruang, kawasan Bale Hinggil Residence layak diberi acungan jempol dengan penempatan site-nya sangat disesuaikan dengan masterplan yang concern pada aspek kebersihan, keasrian dan keindahan lingkungan.

“Dalam rencana pengembangan yang telah kami buat, Bale Hinggil akan kami kembangkan dengan menjaga keseimbangan antara daerah terbangun dan ruang terbuka yang masing-masing dikembangkan secara proporsional (50 – 50). Ruang terbuka ini sendiri dapat berupa ruang terbuka hijau (taman dan jalur hijau), jalan, saluran dan utilitas lainnya,” tambah Hamdani lagi.
Naskah : FAH
Foto : Istimewa

04 April, 2008

Global City Baru Kreasi Lippo Group


Lippo Group meluncuran mega proyek senilai US$ 1,2 Miliar (Rp. 11 triliun) dengan nama The St. Moritz Penthouses and Residences yang merupakan sebuah kota terpadu berskala internasional (global city).

The St. Moritz Penthouses and Residences sendiri merupakan mega proyek global city di kawasan Central Business District Jakarta Barat atau lebih dikenal sebagai Kawasan Sentra Primer Baru Barat (SPBB Puri Indah – Jakarta Barat). Lokasi [royek ini terbilang sangat strategis. Letaknya ada di antara Jakarta Outer Ring Road (JORR) Kapuk – TB Simatupang dan Tol Kebon Jeruk – Tomang yang memudahkan penghuni berkendara lewat empat arah jalur tol.

“Dengan konsep mixed 11-in-1 nya, The St. Moritz Penthouse and Residences merupakan benchmark baru dari mega proyek yang di bangun Lippo Group. Proyek ini merupakan perwujudan kota global seperti London, New York, dan kota-kota kosmopolitan lain di seluruh dunia,” ucap Michael Riady, Direktur The St. Moritz Penthouse and Residences.
Adapun ’isi’ The St. Moritz Penthouse and Residences akan meliputi : Apartemen eksklusif untuk lebih dari 13.000 orang penghuni, jaringan infrastruktur berstandar internasional, pusat perbelanjaan eksklusif seluas 450.000 m2 yang dilengkapi Sea World, Hotel berbintang lima dengan 500 kamar eksklusif yang dikelola The Aryaduta, Convention center seluas 6.000 m2, Lahan yasa (country club) dan spa eksotis seluas 2.500 m2 serta kapel pernikahan (wedding chappel).
Selain itu, The St. Moritz Penthouse and Residences memiliki menara 65 lantai dengan ruang kantor strata title untuk perusahaan yang masuk Top 500 Fortune Companies, International Grammar School yang dikelola Yayasan Pelita Harapan dengan kapasitas 1.000 siswa, Cafe dan resto ternama, Fasilitas atletik dan fitness yang mampu menampung 6.000 anggota, 10 ruang bioskop Cinema XXI, Siloam Hospital serta Helipad dengan member eksklusif.

Untuk penjualan unit apartemen akan dimulai pada kuartal ke - 3 tahun ini, dengan tiga menara (The St. Moritz, The St. Tropez, The Monaco) akan diluncurkan simultan pada tahap pertama. Unit harganya, dimulai dari kisaran US$ 90.000 untuk 2 kamar dan lebih dari US$ 300.000 untuk 4 kamar. Sedangkan untuk St. Moritz Penthouses dengan unit yang terbatas dan eksklusif, harga jualnya berkisar mulai dari US$1 juta per unit.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

01 April, 2008

Kerjasama Premier - Modernland Realty


Dengan mengambil tempat di Intercontinental Midplaza, PT. Premier Qualitas Indonesia menandatangani kontrak kerjasama yang kedua kalinya dengan PT Modernland Realty Tbk.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Sami Miettinen, Presiden Direktur Premier Qualitas Indonesia, dan Edwyn Lim, Presiden Direktur Modernland Realty, Tbk.

"Kerjasama ini sangat strategis dan saling menguntungkan. Bekerjasama dengan mitra yang baik memberikan citra positif bagi kedua perusahaan" jelas Novi Imelly, Bussiness Development Director Modernland.

Kerjasama kedua perusahaan ini terdiri atas 2 proyek di lahan milik Modernland. Proyek pertama berlokasi di Boulevard Hartono Raya, seluas 4 ha. Bertema modern tropical yang akan dirancang oleh Han Dharmawan, sejumlah 130 unit rumah ini akan terdiri dari 3 tipe. Adapun kisaran harga yang ditawarkan mulai 700 jutaan dan akan di launching pada Juni 2008.

Sedangkan proyek kedua, berlokasi di Golf Island Modernland (The REAL Golf View) di atas lahan seluas 4,5 ha. Direncanakan berdiri 85 unit residen dengan tema klasik. Dengan 3 tipe rumah, luas tanah 240m² - 330m², dengan luas bangunan mulai 220m² - 292m². Adapun kisaran harganya ditawarkan dengan harga 1,3 miliar rupiah dan akan diluncurkan pada Agustus 2008.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

Nirwana Kharisma Tbk Kembangkan Tiga Proyek Baru


Setelah melaksanakan Due diligence dan Public Expose di bulan Februari 2008 yang lalu, PT Nirwana Kharisma Tbk saat ini tengah mengembangkan tiga proyek baru yaitu Puri Nirwana Residences (PNR) di Cikarang, Puri Nirwana 3 (PN) di Cibinong dan Puri Kosambi 1 & 2 (PK) di Karawang.

“Untuk tahun 2008 ini, kami memang tengah mengembangkan ketiga proyek diatas sesuai dengan rencana korporasi yang telah kami buat sebelumnya. Adapun dana hasil Public Expose kemarin, sekitar 75 % nya kami gunakan untuk pengembangan proyek dan sekitar 25 % lainnya akan kami gunakan untuk menambah modal kerja perusahaan,” ujar Suyono Wijaya Tjandra, President Director PT Nirwana Kharisma Tbk.

Lebih lanjut Suyono menyatakan, proyek yang terbesar dan terbaru yang tengah di kerjakan oleh PT Nirwana Kharisma adalah proyek RSH Puri Nirwana Residences, yang memiliki luas ijin lokasi sebesar 120 ha, yang sampai dengan saat ini perusahaan telah memiliki 81,2 ha. Untuk sisa lahan yang ada dapat dibebaskan setiap saat oleh perseroan.

“Sedangkan untuk dua proyek lainnya, yaitu Puri Nirwana 3 dan Puri Kosambi 1 & 2 merupakan proyek Nirwana Kharisma yang sebagaian telah terbangun. Sampai dengan saat ini, jumlah lahan siap jual di PNR 3 sekitar 3 ha dan untuk proyek PK 1 & 2 sebanyak 6,5 ha,” tambah Suyono lagi.

Meningkatkan Kinerja Perseroan
Sementara itu, Hartoyo Sugiharto, Direktur PT Nirwana Kharisma Tbk menyatakan, dengan masuknya proyek baru dalam portofolio penjualan yang dimiliki perseroan, maka dirinya merasa yakin jika kinerja penjualan akan ikut meningkat secara signifikan.

“Kami memiliki keyakinan, setelah Public Expose kemarin maka kinerja perusahaan akan semakin meningkat. Apalagi, untuk tahun 2008 ini kami menargetkan peningkatan penjualan menjadi sekitar Rp 149,6 miliar dengan target laba sebesar Rp 11,08 miliar,” tambah Hartoyo lagi.

PT Nirwana Kharisma Tbk sendiri merupakan pengembang properti yang telah berdiri sejak tahun 1987 yang lalu. Perseroan ini berfokus pada pengembangan perumahan RSH (Rumah Sederhana Sehat) untuk segmen menengah ke bawah. Selama kurun waktu 11 tahun berkecimpung dalam bisnis properti nasional, PT Nirwana Kharisma Tbk telah membangun lebih kurang 14 proyek perumahan dan area komersial (ruko) di wilayah Jabodetabek.

“Selain menggarap proyek RSH, kedepannya perseroan tengah mengkaji untuk melakukan diversifikasi bisnis guna mengembangkan proyek lain semisal rusunami, rumah mewah, hotel, mall dan apartemen. Mudah-mudahan, kedepannya kami bisa mewujudkan semua itu,” pungkas Hartoyo lagi.

Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : FAH

Topping Off Blok M Square


Kawasan Blok M sebagai kawasan wisata belanja di Ibukota kembali diramaikan oleh pusat perbelanjaan baru dengan nama Blok M Square.

Blok M Square yang merupakan pusat perbelanjaan setinggi sembilan lantai yang berlokasi di Jalan Melawai I, Jakarta Selatan, belum lama ini (11/3) mengadakan acara seremonial penutupan atap (topping off) untuk melengkapi penyelesaian struktur pembangunan proyek ini.

Rangkaian acara topping off ini ditandai dengan prosesi penuangan adukan semen ke lantai terakhir pusat perbelanjaan ini dilakukan oleh Trihatma K. Haliman, Komisaris Utama PT Melawai Jaya Realty bersama dengan jajaran Direksi PT Melawai Jaya Realty lainnya.

Pengecoran lantai terakhir pusat perbelanjaan yang di bangun pada lahan seluas 21.000 m2 dan memiliki total luas bangunan sekitar 148.111 m2 ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak pengembang kepada tenant Blok M Square.

Blok M Square sendiri dapat menampung sekitar 4300 tempat usaha dengan kapasitas parkir sekitar 2500 kendaraan. Fasilitas yang ada di Blok M Square juga tidak jauh berbeda dengan standar pusat perbelanjaan modern yaitu memiliki kamera pengaman berupa MATV dan CCTV. Selain itu, tersedia pula ruangan untuk merokok di setiap lantai, eskalator dan juga lift. Dalam mengembangkan proyek ini, Agung Podomoro menanamkan investasi sekitar Rp 600 miliar


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

06 Februari, 2008

Menpera Resmikan Rusunami Gading Nias Residence



Agung Podomoro Group (APG) kembali menggebrak pasar properti nasional. Lewat anak usahanya - PT Tiara Metropolitan Jaya - APG mengembangkan 14 tower Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang di beri nama Gading Nias Residence (GNR) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dengan lahan seluas 4 hektar, APG rencananya akan membangun terlebih dahulu 9 menara Rusunami GNR dengan total hunian sekitar 2.500 unit, yang akan diselesaikan pembangunannya sampai dengan pertengahan tahun 2010 mendatang.

Peresmian pembangunan Rusunami GNR sendiri di tandai dengan acara seremonial penekanan tombol sirene pemancangan tiang pertama oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Jajaran Direksi dan Komisaris APG di lokasi proyek Gading Nias Residence, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut Ferdinand Boedi Poerwoko, CEO PT Tiara Metropolitan Jaya, Rusunami GNR yang dikembangkan oleh pihaknya memang di tujukan bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat membutuhkan hunian nyaman dan layak huni serta dekat dengan tempat kerja.

"Masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal dengan kisaran harga yang terjangkau dan nyaman untuk di huni tentunya sangat pas memiliki Rusunami ini," ucap Ferdinand yang di temui seusai peresmian tiang pancang pertama Rusunami Gading Nias Residence, di Kelapa Gading, Jakarta Utara (4/2).

Lebih lanjut Ferdinand menyatakan, GNR nantinya akan memiliki total hunian sebanyak 6.097 unit yang terbagi dalam beberapa tipe hunian mulai dari tipe 21, 24 sampai dengan tipe 35. Adapun untuk kisaran harga jual yang di tawarkan Rusunami yang bersubsidi pemerintah ini berkisar antara Rp 88 juta sampai dengan Rp 144 juta per unit.

Dalam kesempatan yang sama, Menpera Yusuf Asy’ari dalam kata sambutannya pada acara peresmian Rusunami GNR menyatakan, peluang bagi pengembang lain (baik pengembang besar maupun kecil) untuk ikut membangun Rusuna dan Rusunami di berbagai wilayah Jabodetabek masih sangat besar.

Menurut Menpera, dalam rencana strategis pembangunan 1000 tower Rusun yang dicanangkan Presiden, sebagian besar proyek pastinya akan terserap oleh wilayah Jabodetabek karena masih banyak masyarakat yang bertempat tinggal di kawasan ini sangat membutuhkan tempat tinggal layak huni.

“Oleh karenanya, saya sangat berharap para pengembang yang lain juga dapat ikut serta membangun Rusuna bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak. Selain itu, saya juga meminta kepada Bapak Gubernur DKI, agar bisa kiranya meneliti lokasi atau lahan yang dapat di pergunakan untuk pembangunan Rusuna,” tambah Menpera lagi.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

04 Februari, 2008

Bakrieland Development Terbitkan Obligasi


Sebagian besar dana hasil obligasi (Rp 350 miliar) akan digunakan untuk pengembangan proyek (komersial, perkantoran dan hunian) dan penguatan modal kerja perseroan. Sedangkan sisanya (Rp 150 miliar) akan digunakan untuk pembayaran hutang kepada bank (refinancing).

PT Bakrieland Development Tbk (salah satu anak usaha Bakrie Group yang bergerak dalam bidang bisnis Properti), pada tanggal 23 Januari 2008 yang lalu, menerbitkan obligasi perseroan dengan nilai Rp 500 miliar. Obligasi I dari perusahan ini terdiri dari dua seri A dan B, yang memiliki jangka waktu antara tiga sampai lima tahun.

Untuk obligasi Seri A yang bernilai Rp 150 miliar memiliki tenor (jangka waktu) tiga tahun, dengan tingkat bunga sekitar 11,25 sampai 12,0 persen. Sedangkan untuk obligasi Seri B dengan total nilai Rp 350 miliar, memiliki jangka waktu lima tahun dengan kisaran bunga 11,95 sampai dengan 12,95 persen.

Presiden Direktur Bakrieland Development, Hiramsyah S. Thaib, dalam pernyataanya saat Due Diligent Meeting & Public Expose di Four Season Hotel, Jakarta (Rabu, 23/1) menyatakan, hasil penawaran obligasi yang dikeluarkan saat ini rencananya akan dipergunakan untuk berbagai kepentingan usaha perseroan.


“Sekitar Rp 350 miliar dana hasil obligasi akan digunakan untuk mengembangkan proyek (komersial, perkantoran dan hunian) serta untuk memperkuat modal kerja perseroan. Sedangkan sebanyak Rp 150 miliar lainnya akan digunakan untuk membayar pinjaman,” tambah Hiramsyah lagi.


Lebih lanjut Hiramsyah menyatakan, sebagian besar dana yang di dapatkan oleh perseroan dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pengembangan superblok Rasuna Epicentrum, Jakarta (53,5 hektar) dan perumahan Bogor Nirwana Residences di Bogor (400 hektar).

Perseroan dengan kode emiten ELTY ini juga memiliki tingkat rating obligasi yang cukup baik yakni BBB plus yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo). Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksanaan emisi kali ini adalah Bahana Sekuritas, Recapital dan Madani Securities.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

25 Januari, 2008

BSU Luncurkan Apartemen The Wave



Apartemen baru yang di beri nama The Wave tersebut, akan terdiri dari sembilan tower (menara) dengan total 1900 unit hunian. Mengincar segmen kalangan menengah keatas, kisaran harga yang di tawarkan The Wave berkisar antara Rp 300 jutaan sampai Rp1 miliaran per unit.

PT Bakrie Swasakti Utama (salah satu anak usaha PT Bakrieland Development Tbk) kembali menghadirkan produk apartemen paling anyar dalam kawasan superblok Rasuna Epicentrum yang di beri nama The Wave.

Dalam kesempatan peluncuran apartemen The Wave yang mengambil tempat di Restoran Eat for Health, Direktur PT Bakrie Swasakti Utama, Wawan Dwi Guratno menyatakan, untuk pembangunan apartemen diatas lahan seluas 3,5 hektar tersebut rencananya akan dilakukan dalam dua tahap.

Untuk tahap pertama, akan dibangun terlebih dahulu sekitar 950 unit dengan menara setinggi 14 lantai. Adapun nilai investasi tahap ini, di perkirakan menelan investasi sebesar Rp 600 miliar. Sedangkan untuk pembangunan tahap kedua, Wawan menyatakan akan dilakukan secara paralel setelah melihat progress dari tahap pertama dan ditargetkan akan selesai dalam waktu empat tahun.

“Untuk tahap pertama pembangunan, kita rencanakan dapat dilaksanakan mulai bulan April 2008 mendatang. Sedangkan untuk penjualan, bulan Januari ini juga sudah mulai dilakukan pre-sales kepada calon pembeli," ucap Wawan saat peluncuran The Wave di Restoran Eat For Health, Jakarta, (17/1).

Repeat Buyers
Sementara itu, Ferry S. Supandji, Chief Marketing Officer BSU mengatakan, apartemen The Wave memang dikembangkan untuk membidik pasar kalangan menengah atas dengan kisaran harga yang terjangkau mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 1 miliaran per unit.

Terkait dengan angka penjualan yang telah diraih, Ferry menyatakan telah ada segmented market yang di miliki oleh BSU yang notabene kalangan ini adalah pelanggan tetap atau repeat buyers dari beberapa proyek hunian yang ada di superblok Rasuna Epicentrum.


"Jika di lihat dari data yang ada, kebanyakan pembeli dari proyek baru yang kita luncurkan ini merupakan repeat buyers, yang sebelumnya sudah memiliki unit apartemen lain dalam kawasan ini,” ungkap nya lagi.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa

24 Januari, 2008

Lippo Realty Bangun Proyek di Pulau Sentosa, Singapura


Marina Collection merupakan kompleks kondominium eksklusif yang berada di tengah area Sentosa Cove, di Pulau Sentosa – sebuah pulau resort utama di Singapura - dan merupakan satu-satunya kompleks hunian yang menghadap pantai.

Marina Collection yang dikembangkan Lippo Realty (Singapore) Pte Ltd, pada lahan seluas 22.222 meter persegi, merupakan proyek ke-empat yang dibangun oleh Lippo di Singapura setelah proyek Newton One (91 Unit), The Metropolitan (382 unit) dan Trillium (231 unit) yang kesemuanya telah habis di serap pembeli.

Clement Wang, Director Lippo Realty Pte, Ltd (anak usaha Lippo Group di Singapura) dalam kesempatan peluncuran proyek ini di Kemang Village, Jakarta (17/1) menyatakan, proyek Marina Collection secara mayoritas dimiliki dan didanai oleh Lippo Group dengan dukungan tiga institusi perbankan (OCBC, RZB, SUTL) dan satu perusahaan swasta Singapura.

Menurut Wang, total keseluruhan hunian low-rise setinggi empat lantai ini sebanyak 124 unit kondominium yang memiliki gaya Mediterania, dan terbagi atas 93 unit standar dan 31 unit Penthouse. Kondominium Eksklusif ini ditawarkan kepada pembeli dengan kisaran harga jual antara SIN $ 2850 sampai dengan SIN $ 2950 per satu kaki persegi (1 kaki persegi = 10,76 m2).

”Komplek hunian mewah ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap mulai dari kolam renang pribadi di tiap unit sampai dengan complimentary membership ONE Degree 15 Marina Club sebanyak 40 tempat sandar perahu yacht bagi kalangan pemilik kondominium,” kata Wang lagi.

Ramai Peminat

Dalam kesempatan yang sama, Michelle Woo, General Manager Lippo Realty Pte, Ltd, menyatakan sekitar 31 unit yang ditawarkan Marina Collection telah di serap pembeli saat di lakukan penjualan di Singapura bulan Desember 2007 lalu.

“Saat kami melakukan penawaran proyek ini di Singapura dengan undangan yang terbatas, dari 60 unit kondominium eksklusif yang kami tawarkan saat itu, telah terjual setengahnya”, ungkap Michelle dalam peluncuran Marina Collection di Kemang Village, Jakarta (17/1).

Michelle dalam kesempatan ini menyatakan kompleks kondominium mewah ini akan mulai dibangun pada Maret 2008 dan di rencanakan akan selesai pada Oktober 2011 mendatang. Setelah melakukan penawaran di Indonesia, Michelle menyatakan pihaknya akan melakukan penawaran serupa di China pada pertengahan Mei 2008 mendatang.

“Saya kira, banyak sekali Warga Negara Indonesia yang sangat familiar dengan negeri Singapura. Sehingga, tidaklah mengherankan jika banyak pembeli asal Indonesia yang juga memiliki properti di negara tersebut,” katanya lagi.

Untuk itu, Michelle juga merasa optimistis konsumen Indonesia akan memberikan respon yang cukup bagus untuk proyek Marina Collection ini. Hal ini tak lain dikarenakan nilai investasi yang ada di Pulau Sentosa sangat bersaing dengan Orchard Road (salah satu kawasan favorit dan sangat terkenal di Singapura). Apalagi undang-undang yang ada di Negara Singapura juga sangat memudahkan orang asing untuk membeli unit properti yang ada di negeri tersebut.


Naskah : FERI AWAN HIDAYAT
Foto : FAH

12 Januari, 2008

Teguh Satria Terpilih Sebagai Ketua Umum DPP REI Periode 2007 - 2010






Teguh Satria akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) yang baru untuk periode 2007 – 2010 dalam Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-XII, yang berlangsung di Ballroom Hotel Gran Melia, Jakarta.

Dalam pemilihan yang berlangsung cukup alot dan diwarnai dengan pengunduran diri Alwi Bagir Mulachela (salah satu kandidat ketua umum), Teguh memperoleh suara mayoritas (70 suara) dari total 127 suara. Kandidat lainnya, Lukman Purnomosidi (Ketua Umum DPP REI Periode 2004 – 2007) memperoleh 56 suara sedangkan satu suara lainnya menyatakan abstain.

Siapkan Program dan Rencana Strategis

Saat diminta pernyataan tentang hal-hal apa saja yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai Ketua Umum DPP REI yang baru, Teguh menjanjikan untuk membangun tiga unsur baru dalam organisasi REI, yakni Pendidikan dan Pelatihan, Pengembangan Anggota dan pembentukan lembaga Advokasi yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada anggota REI di seluruh Indonesia

Selain itu, Teguh juga menyatakan telah membuat beberapa program dan rencana strategis yang akan mulai dijalankannya dalam jangka waktu 3 bulan pertama kepemimpinannya.

Program dan rencana tersebut diantaranya, pengajuan perubahan harga jual rumah sederhana sehat (RSh) dan pemberian paket subsidi untuk hunian murah kepada pemerintah terkait dengan kenaikan harga bahan baku pembangunan proyek (semen, besi, bata, dll) yang membuat banyak sedikit kesulitan untuk membangun RSh.

“Saya akan sesegera mungkin mengajukan permintaan kepada pemerintah lewat Menpera untuk merevisi dan menaikkan harga jual RSh dari harga Rp 49 juta menjadi sekitar Rp 56 juta per unit-nya. Jika harga RSh tidak dinaikkan, banyak teman-teman pengembang yang merasa berat untuk membangun RSh,” jelas Teguh menambahkan.

Kerjasama dengan Kalangan Akademisi

Selain itu, Teguh juga telah membuat program internal yang bertujuan menjadikan setiap anggota REI di seluruh Indonesia dapat menjadi pengembang yang profesional, mandiri, dan visible lewat jalinan kerjasama yang sinergis (program S2 dan S3) dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di tanah air.

”Program kerjasama ini memiliki tujuan untuk lebih meningkatan kemampuan teman-teman pengembang di seluruh Indonesia dalam membuat analisa kelayakan proyek yang dimilikinya. Selain itu, saya juga ingin agar setiap anggota dapat membuat penyusunan proposal kredit yang visible kepada pihak bank, agar teman-teman anggota REI bisa lebih tenang dalam mengerjakan proyeknya,” ujar Teguh mengakhiri pembicaraan.


Naskah : Feri Awan Hidayat
Foto : Istimewa